The Integration of Fiqh Mawaris and Dalihan Na Tolu in the Resolution of Inheritance Disputes: An Empirical Study of the South Tapanuli Community

Authors

  • AGUS ANWAR PAHUTAR STAI TAPANULI (STAITA) PADANGSIDEMPUAN, SUMATERA UTARA Author
  • Neila Hifzhi Siregar UIN SYEKH ALI HASAN AHMAD ADDARY PADANGSIDIMPUAN Author

Keywords:

Islamic inheritance law, Dalihan Na Tolu, inheritance dispute, islah, Southern Tapanuli

Abstract

Abstract

This study examines the integration of Islamic inheritance jurisprudence (fiqh al-mawarith) and Dalihan Na Tolu in resolving inheritance disputes in Southern Tapanuli. The central problem arises from the encounter between Islamic rules on inheritance shares and the patrilineal kinship structure, customary authority, and the living tradition of marpokat among Mandailing-Angkola communities. The study adopts a normative-empirical legal approach with qualitative analysis. Normative materials include the Qur'an, the Compilation of Islamic Law, regulations governing Religious Courts, and Islamic inheritance scholarship, while the empirical dimension is constructed through a critical synthesis of documented field studies on inheritance practices and Dalihan Na Tolu-based dispute resolution in South Tapanuli and Mandailing Natal. The findings show that a fiqh-compatible integration does not merge or replace Qur'anic shares with customary rules. Rather, it divides functions: Islamic inheritance law operates as the substantive standard for identifying heirs and their initial entitlements, whereas Dalihan Na Tolu functions as a socio-procedural mechanism for communication, mediation, restoration of family relations, and institutionalization of agreements. Integration becomes problematic when custom eliminates the rights of certain heirs, particularly women, without informed and voluntary consent. This article proposes a five-stage Mawarith-Dalihan Na Tolu Integration Model: estate inventory, verification of heirs, calculation of Islamic entitlements, voluntary and equal marpokat/islah, and legal documentation of the settlement. The model positions local wisdom as a vehicle for family justice rather than a substitute for Islamic inheritance norms.

 

Keywords: Islamic inheritance law; Dalihan Na Tolu; inheritance dispute; islah; Southern Tapanuli.

Abstrak

Penelitian ini menganalisis pola integrasi fikih mawaris dan Dalihan Na Tolu dalam penyelesaian sengketa warisan pada masyarakat Tapanuli Bagian Selatan. Persoalan pokok penelitian berangkat dari perjumpaan antara ketentuan bagian waris dalam hukum Islam dengan struktur kekerabatan patrilineal, otoritas tokoh adat, dan tradisi marpokat yang masih hidup dalam masyarakat Mandailing-Angkola. Penelitian menggunakan pendekatan hukum normatif-empiris dengan analisis kualitatif. Bahan normatif meliputi Al-Qur'an, Kompilasi Hukum Islam, peraturan peradilan agama, serta literatur fikih mawaris; sedangkan dimensi empiris disusun melalui sintesis kritis terhadap studi-studi lapangan terdokumentasi mengenai praktik kewarisan dan penyelesaian sengketa berbasis Dalihan Na Tolu di Tapanuli Selatan dan Mandailing Natal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi yang kompatibel dengan fikih bukanlah peleburan bagian waris syar'i ke dalam adat, melainkan pembagian fungsi: fikih mawaris menjadi standar substantif untuk mengidentifikasi ahli waris dan hak awalnya, sementara Dalihan Na Tolu berfungsi sebagai mekanisme prosedural-sosiologis untuk membangun komunikasi, memediasi konflik, memulihkan relasi, dan menginstitusionalisasi kesepakatan. Integrasi menjadi problematik apabila adat meniadakan hak ahli waris tertentu, terutama perempuan, tanpa pengetahuan dan persetujuan bebas dari para pihak. Penelitian ini menawarkan model Integrasi Mawaris-Dalihan Na Tolu berbasis lima tahap: inventarisasi tirkah, verifikasi ahli waris, kalkulasi hak syar'i, marpokat/ishlah secara bebas dan setara, serta dokumentasi kesepakatan untuk kepastian hukum. Model tersebut menempatkan kearifan lokal sebagai sarana pelaksanaan keadilan keluarga, bukan sebagai pengganti norma kewarisan Islam.

 

Kata Kunci: fikih mawaris; Dalihan Na Tolu; sengketa warisan; ishlah; Tapanuli Bagian Selatan.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-06-28

How to Cite

The Integration of Fiqh Mawaris and Dalihan Na Tolu in the Resolution of Inheritance Disputes: An Empirical Study of the South Tapanuli Community. (2026). Journal of Contemporary Research and Innovation, 1(1), 80-91. https://jurnal.al-fathsiak.org/index.php/jcri/article/view/6

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.